Teknologi pencitraan ultrasonografi memiliki peranan penting dalam manajemen kesehatan pada ular sanca. Struktur sistem organ di dalam tubuh seperti jantung dan hepatobiliari dapat dipantau secara non-invasif menggunakan teknologi ultrasonografi.

Hepatobiliari sanca

Gambar 1 Sonogram kelenjar empedu (KE) secara longitudinal pada ular sanca batik (A), sanca bodo (B), sanca bola (C) dan secara transversal pada ular sanca batik (A’), sanca bodo (B’), dan sanca bola (C’). Keterangan: pankreas (Pn) dan limpa (Li).

Pencitraan organ hepatobiliari telah dipublikasi di ARSHI vet lett 1(2):29-30, 2017 dan dapat dilihat lebih detil melalui LINK.

Echo Sanca

Gambar 2 Sonogram jantung saat sistol dan diastole pada (A) sanca batik (Malayopython reticulatus) posisi pandang longitudinal, (B) sanca bodo (Python bivittatus) posisi oblik, dan (C) sanca bola (Python regius) posisi transversal.

Pencitraan organ hepatobiliari telah dipublikasi di Buletin Veteriner Udayana 11(1):1-6, 2019 dan dapat dilihat lebih detil melalui LINK.

Terima kasih kepada tim penelitian sanca dan kepada PT Karindo Alkestron yang telah menyediakan perangkat ultrasonografi serta Taman Reptil Taman Mini Indonesia Indah dan para penghobi Sanca yang telah mengijinkan dilakukan pencitraan dalam penelitian ini.

Citra organ reproduksi kucing betina meliputi ovarium, uterus, servik dan vagina telah berhasil dicitrakan menggunakan ultrasonografi dengan baik. Metode pencitraan secara transabdominal menggunakan transduser linier dengan frekuensi 10Mhz.

JITV_USG queen

Adapun detil metode dan hasil citra dapat dipelajari lebih lanjut pada publikasi tim peneliti Pertiwi AP, Tumbelaka LITA, Ulum MF. 2018. Ultrasonografi dan diagnosa sitologi vagina dari kucing betina. JITV 23(3):130-142.DOI: http://dx.doi.org/10.14334/jitv.v23i3.1809 LINK. Terima kasih kepada PT Karindo Alkesteron atas penyediaan SonoDop S-3x yang digunakan selama penelitian ini.

Sebuah metode baru dalam diagnosa kebuntingan pada sapi telah dirilis dan terpublikasi pada jurnal internasional “Journal of Animal Science and Technology, yang diterbitkan oleh BioMed central, Springer“. Metode baru penelitian Mokhamad Fakhrul Ulum, Dilla Frastantie dan Bambang Purwantara ini dapat dilakukan dengan mencitrakan otot pangkal ekor (otot coccygeus).

Promosi WebStaff USG coccygeus

Hasil pencitraan ultrasonografi pada umur kebuntingan berbeda dan pascapartus menunjukkan ketebalan dan intensitas derajat abu-abu berbeda.  Hasil penelitian ini dapat diakses dengan bebas secara online dan dipublikasikan dengan judul “Sonogram of coccygeus muscle in dairy cows with different gestational ages” Journal of Animal Science and Technology. 2017, 59:26. DOI: 10.1186/s40781-017-0152-6 LINK

Kebiri kimiawi merupakan tindakan medis untuk menghilangkan fungsi reproduksi  melalui injeksi bahan kimiawi kedalam organ testis. Kebiri/kastrasi kimiawi secara injeksi intra-testis merupakan metode pengebiriam yang dapat dilakukan dengan mudah tanpa prosedur bedah pada hewan. Pemanfaatan potensi produk degradasi dari biometarial logam terserap tubuh berbahan besi dapat dimanfaatkan untuk bahan kimia dalam tindakan kebiri kimiawi.

JVet 18(2)2017

Hasil uji invivo injeksi larutan besi (III) klorida heksahidrat pada testis mencit menunjukkan hasil yang nyata setelah 7 hari mampu menurunkan ukuran testis dan jumlah spermatozoa pada kauda epididimis.

Tabel JVet

Hasil penelitian tim peneliti Mokhamad Fakhrul Ulum*, Devi Paramitha, Arlita Sariningrum, Anizza Dyah Kartika Maharani, Ligaya ITA Tumbelaka, Deni Noviana ini telah dipublikasikan pada Jurnal Veteriner Volume 18 No 3 Halaman 360-368 berjudul Chemical Castration Using Iron (III) Chloride Hexahydrate. Detil publikasi dapat diakses melalui LINK

Tim Sekerup

Purwarupa “sekrup SS316L-pure Fe terdegradasi sebagian” merupakan produk hasil penelitian kerjasama institusi multinasional antara Indonesia, Malaysia dan Canada. Kerjasama antara peneliti dari Universitas Muhammadiyah Riau, Institut Pertanian Bogor, Universiti Teknologi Malaysia, dan Laval University Canada. Desain, karakterisasi in-vitro, uji ex-vivo dan uji in-vivo menunjukkan bahwa purwarupa sekrup tulang SS316L-pure Fe hasil pengelasan putar aman untuk digunakan dan dapat terdegradasi dalam tubuh.

Pengembangan sekrup tulang SS316L-pure Fe dimaksudkan untuk mencegah tulang dari kejadian patah kembali akibat lubang pascapencabutan sekrup dalam pemasangan plat tulang. Bagian berbahan pure Fe ditinggalkan dalam tulang, sedangkan bagian SS316L diangkat disaat tulang telah mengalami persembuhan.

SCMs_2017

Hasil kajian tersebut telah terpublikasi di SCIENCE CHINA Materials yang diterbitkan oleh kerjasama Science China Press dengan Springer-Verlag Berlin Heidelberg dan dapat diakses secara bebas untuk khalayak ramai. Semoga hasil karya tersebut dapat memberikan manfaat dalam rangka bertumbuhnya industri implan medis nasional.

Terima kasih disampaikan kepada banyak pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan purwarupa sekrup tulang SS316L-pure Fe terdegradasi sebagian. Terima kasih juga disampaikan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi Malaysia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NSERC) atas dukungan pendanaan selama proses pengembangan.

Next Page »