Pemanfaatan ultrasonografi (USG) untuk memprediksi karakter kualitas karkas sapi Bali untuk pertama kalinya telah dilakukan oleh tim penelitian dari Fakultas Peternakan (FAPET) IPB dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB.

Fig. 1-JPGFig. 2-JPG

Penelitian menggunakan 81 ekor sapi Bali yang terdiri atas jantan (62 ekor) dan betina (19 ekor) dengan variasi umur antara 1 sampai 6 tahun dikoleksi data bobot badan dan kualitas karkasnya. Kualitas karkas yang diamati meliputi tebal lemak punggung (BF), tebal longissmus dorsi (LD), tebal lemak rump (RF), tebal rump (RT), skor marbling (MS) dan persentase lemak intramuskuler (PIF) diukur menggunakan ultrasonografi. Pengambilan citra ultrasonografi dilakukan pada frekuensi 4.5-6,5 MHz dan kedalaman 8.8-13.0 cm. Pengukuran BF, LD, MS dan PIF dilakukan diatas rusuk ke 12-13, sedangkan pengukuran RT dan RF diantara tulang ischium dan illium. Penentuan nilai MS menggunakan standar Aus-Meat, sedangkan PIF dihitung berdasarkan Deaton dan Rouse (2006). Data bobot badan dan kualitas karkas dianalisis secara deskriptif dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan performa bobot badan dan kualitas karkas berbeda antara sapi jantan dan betina, demikian juga pengaruh umur menunjukkan perbedaan sifat bobot badan dan kualitas karkas. Hasil analisis korelasi antar sifat (bobot badan dan kualitas karkas) menunjukkan korelasi yang erat dan positif (P<0.05) dengan koefisien korelasi 0.291-0.938. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa citra ultrasonografi dapat digunakan untuk menduga karaktersitik kualitas karkas sapi Bali.

Secara detil hasil penelitian telah dipublikasikan oleh tim J Jakaria, H Khasanah, R Priyanto, M Baihaqi, MF Ulum. Prediction of meat quality in Bali cattle using ultrasound imaging. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture 42 (2), 59-65 dan naskah dapat dilihat di LINK