Academic


Tim Sekerup

Purwarupa “sekrup SS316L-pure Fe terdegradasi sebagian” merupakan produk hasil penelitian kerjasama institusi multinasional antara Indonesia, Malaysia dan Canada. Kerjasama antara peneliti dari Universitas Muhammadiyah Riau, Institut Pertanian Bogor, Universiti Teknologi Malaysia, dan Laval University Canada. Desain, karakterisasi in-vitro, uji ex-vivo dan uji in-vivo menunjukkan bahwa purwarupa sekrup tulang SS316L-pure Fe hasil pengelasan putar aman untuk digunakan dan dapat terdegradasi dalam tubuh.

Pengembangan sekrup tulang SS316L-pure Fe dimaksudkan untuk mencegah tulang dari kejadian patah kembali akibat lubang pascapencabutan sekrup dalam pemasangan plat tulang. Bagian berbahan pure Fe ditinggalkan dalam tulang, sedangkan bagian SS316L diangkat disaat tulang telah mengalami persembuhan.

SCMs_2017

Hasil kajian tersebut telah terpublikasi di SCIENCE CHINA Materials yang diterbitkan oleh kerjasama Science China Press dengan Springer-Verlag Berlin Heidelberg dan dapat diakses secara bebas untuk khalayak ramai. Semoga hasil karya tersebut dapat memberikan manfaat dalam rangka bertumbuhnya industri implan medis nasional.

Terima kasih disampaikan kepada banyak pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan purwarupa sekrup tulang SS316L-pure Fe terdegradasi sebagian. Terima kasih juga disampaikan kepada Kementrian Pendidikan Tinggi Malaysia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan Natural Sciences and Engineering Research Council of Canada (NSERC) atas dukungan pendanaan selama proses pengembangan.

 

Pemanfaatan ultrasonografi (USG) untuk memprediksi karakter kualitas karkas sapi Bali untuk pertama kalinya telah dilakukan oleh tim penelitian dari Fakultas Peternakan (FAPET) IPB dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB.

Fig. 1-JPGFig. 2-JPG

Penelitian menggunakan 81 ekor sapi Bali yang terdiri atas jantan (62 ekor) dan betina (19 ekor) dengan variasi umur antara 1 sampai 6 tahun dikoleksi data bobot badan dan kualitas karkasnya. Kualitas karkas yang diamati meliputi tebal lemak punggung (BF), tebal longissmus dorsi (LD), tebal lemak rump (RF), tebal rump (RT), skor marbling (MS) dan persentase lemak intramuskuler (PIF) diukur menggunakan ultrasonografi. Pengambilan citra ultrasonografi dilakukan pada frekuensi 4.5-6,5 MHz dan kedalaman 8.8-13.0 cm. Pengukuran BF, LD, MS dan PIF dilakukan diatas rusuk ke 12-13, sedangkan pengukuran RT dan RF diantara tulang ischium dan illium. Penentuan nilai MS menggunakan standar Aus-Meat, sedangkan PIF dihitung berdasarkan Deaton dan Rouse (2006). Data bobot badan dan kualitas karkas dianalisis secara deskriptif dan korelasi. Hasil analisis menunjukkan performa bobot badan dan kualitas karkas berbeda antara sapi jantan dan betina, demikian juga pengaruh umur menunjukkan perbedaan sifat bobot badan dan kualitas karkas. Hasil analisis korelasi antar sifat (bobot badan dan kualitas karkas) menunjukkan korelasi yang erat dan positif (P<0.05) dengan koefisien korelasi 0.291-0.938. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa citra ultrasonografi dapat digunakan untuk menduga karaktersitik kualitas karkas sapi Bali.

Secara detil hasil penelitian telah dipublikasikan oleh tim J Jakaria, H Khasanah, R Priyanto, M Baihaqi, MF Ulum. Prediction of meat quality in Bali cattle using ultrasound imaging. Journal of the Indonesian Tropical Animal Agriculture 42 (2), 59-65 dan naskah dapat dilihat di LINK

Amira dan Nurul

Seminar tentang “Pencitraan ultrasonografi sistem urogenital pada beberapa spesies ular sanca dari Taman Mini Indonesia Indah Jakarta” oleh Nurul Aeni Ayu Lestari dan “Pencitraan ultrasonografi organ reproduksi dan konfirmasi ulas sitologi vagina kucing betina lingkar kampus IPB” oleh Amira Putri Pertiwi dilaksanakan pada 26 Mei 2017 pukul 09.00-11.00 wib di R.K. Reproduksi, Fakultas Kedokteran Hewan IPB dengan kombinasi dosen pembimbing Dr drh Ligaya ITA Tumbelaka, MSc dan drh Mokhamad Fakhrul Ulum, MSi, PhD.

EDTA-treat uTAD Blog

Pertama didunia, benang katun penganalisa darah telah dilahirkan oleh peneliti Indonesia. Percepat diagnosa. Percepat tindakan medis.

Memanfaatkan material murah, benang-katun, dengan fungsi yang luar biasa berhasil menyederhanakan cara konvensional pemeriksaan darah yang dilakukan dengan banyak tahapan, terkadang untuk memperoleh hasilnya-pun harus menunggu hingga beberapa jam-hari.

Umumnya, pemeriksaan darah dilakukan dengan banyak tahapan, yaitu: darah disentrifugasi untuk memisahkan plasma darah, plasma hasil sentrifugasi dipindahkan pada wadah yang baru, kemudian plasma dianalisa menggunakan alat pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar analit yang akan diperiksa. Tentunya volume sample darah yang digunakan sangat banyak, antara 3-5 mililiter.

Dengan alat diagnostik mikrofluidik yang telah dibuat oleh peneliti IPB dan UTM, hanya 3 mikro-liter sampel darah cukup diteteskan pada benang katun dan semua proses pemisahan plasma hingga analisanya terjadi dalam hitungan detik. Cara pembuatannya-pun sangat mudah: 1) benang katun sejam sebelumnya telah diberi perlakuan EDTA dan reagen, 2) EDTA dan reagen selanjutnya dikeringkan menggunakan kulkas, dan 3) benang siap digunakan.

Penelitian ini merupakan hasil kerjasama para peneliti IPB Indonesia Drh Mokhamad Fakhrul Ulum, Drh Leni Maylina, dan Prof Deni Noviana serta rekan kerjasama penelitian internasional dari UTM Malaysia DR Dedy Hermawan Bagus Wicaksono.

Hasil penelitian tersebut telah terpublikasi di Jurnal Internasional paling prestisius didunia: Lab-on-a-Chip diterbitkan oleh Royal Society of Chemistry. Termasuk kelas Q1 bidang Metode Riset Biokimiawi versi ISI Web of Knowledge, dengan faktor impak 6.115.

Penelitian ini didanai oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia (Hibah Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional), Universiti Teknologi Malaysia (Tier-1 Research University) dan Kementrian Pendidikan Tinggi Malaysia (Fundamental Research).

Baca lebih lanjut silahkan klik LINK  dan video-nya dapat dilihat di LINK

Di bulan September 2012, sekitar 200 ilmuwan Indonesia yang tertarik kepada bidang biomaterial telah berkumpul dalam simposium nasional pertama tentang biomaterial di IPB. Sebuah bidang baru di Indonesia yang bersifat multidisiplin dan sedang menarik minat banyak peneliti. Setahun kemudian, Masyarakat Biomaterials Indonesia (Indonesian Biomaterials Society), asosiasi profesional yang bertujuan mengembangkan ilmu dan teknologi biomaterial dan alat kesehatan, secara resmi didirikan. Salah satu dari keinginan kuat asosiasi yang baru lahir ini adalah untuk menulis sebuah buku sebagai sarana memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian ilmuwan biomaterial Indonesia kepada dunia. Setelah menghadapi banyak tantangan selama proses publikasi, akhirnya terbitlah buku berjudul:“Biomaterials and Medical Devices: A Perspective from An Emerging Country”, dengan penerbit buku kelas dunia: Springer International.

Buku ini tersusun dari 10 bab yang membahas ilmu biomaterial dan alat kesehatan dengan perkembangan terkini dari Indonesia, termasuk arahan dan kebijakan pemerintah. Secara khusus, buku ini mengetengahkan keperluan khas dari pelayanan kesehatan di Indonesia, melimpahnya potensi sumber alam untuk biomaterial, serta peluang dan tantangan pengembangan alat kesehatan di Indonesia. Dengan 255 juta penduduknya, 900 miliar dolar GDP dengan 5% pertumbuhan tahunan, dan angka harapan hidup 72 tahun, Indonesia merupakan negara berkembang (emerging country) dengan potensi ekonomi yang dahsyat. Pemerintah telah meluncurkan program pelayanan kesehatan menyeluruh, yang dalam satu sisi merangsang pengembangan biomaterial, dengan target kemandirian nasional dalam memproduksi alat kesehatan. Sebagai gambaran, tingkat kecelakaan lalulintas yang tinggi dan seringnya terjadi bencana gempa ternyata bermuara juga pada tingginya kasus patah tulang yang memerlukan tindakan operasi dan ketersediaan implan ortopedi dengan jumlah memadai dan harga terjangkau.

Buku ini adalah buah dari kerjasama erat sejumlah ahli biomaterial Indonesia (engineer, scientist, orthopaedic surgeon, dentist, veterinarian, etc.) dari berbagai universitas, rumah sakit dan badan pemerintah. Buku ini dapat menjadi rujukan bagi para peneliti untuk mengarahkan penelitiannya, bagi industri untuk mengembangkan dan memasarkan produknya, dan bagi pemerintah untuk mengarahkan kebijakan barunya.Pembaca akan merasakan semangat kebangsaan yang kuat dari para penulis untuk mewujudkan kemandirian nasional dalam memproduksi alat kesehatan yang inovatif, efektif dan terjangkau. Perspektif dan pelajaran dari Indonesia dapat kemudian diterapkan untuk pengembangan biomaterial dan alat kesehatan di negara berkembang lainnya yang menghadapi tantangan yang serupa.

Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak lagi ilmuwan Indonesia untuk berani mempersembahkan karya-karya terbaik mereka di tingkat internasional, menjadi jago tandang bukan lagi jago kandang.

Sumber : Springer International Publishing
Sumber Gambar : http://www.springer.com/us/book/9783319148441

Ditulis oleh: Dr. Hendra Hermawan, assistant professor at Laval University, Canada, and member of MBI LINK

Next Page »