EDTA-treat uTAD Blog

Pertama didunia, benang katun penganalisa darah telah dilahirkan oleh peneliti Indonesia. Percepat diagnosa. Percepat tindakan medis.

Memanfaatkan material murah, benang-katun, dengan fungsi yang luar biasa berhasil menyederhanakan cara konvensional pemeriksaan darah yang dilakukan dengan banyak tahapan, terkadang untuk memperoleh hasilnya-pun harus menunggu hingga beberapa jam-hari.

Umumnya, pemeriksaan darah dilakukan dengan banyak tahapan, yaitu: darah disentrifugasi untuk memisahkan plasma darah, plasma hasil sentrifugasi dipindahkan pada wadah yang baru, kemudian plasma dianalisa menggunakan alat pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar analit yang akan diperiksa. Tentunya volume sample darah yang digunakan sangat banyak, antara 3-5 mililiter.

Dengan alat diagnostik mikrofluidik yang telah dibuat oleh peneliti IPB dan UTM, hanya 3 mikro-liter sampel darah cukup diteteskan pada benang katun dan semua proses pemisahan plasma hingga analisanya terjadi dalam hitungan detik. Cara pembuatannya-pun sangat mudah: 1) benang katun sejam sebelumnya telah diberi perlakuan EDTA dan reagen, 2) EDTA dan reagen selanjutnya dikeringkan menggunakan kulkas, dan 3) benang siap digunakan.

Penelitian ini merupakan hasil kerjasama para peneliti IPB Indonesia Drh Mokhamad Fakhrul Ulum, Drh Leni Maylina, dan Prof Deni Noviana serta rekan kerjasama penelitian internasional dari UTM Malaysia DR Dedy Hermawan Bagus Wicaksono.

Hasil penelitian tersebut telah terpublikasi di Jurnal Internasional paling prestisius didunia: Lab-on-a-Chip diterbitkan oleh Royal Society of Chemistry. Termasuk kelas Q1 bidang Metode Riset Biokimiawi versi ISI Web of Knowledge, dengan faktor impak 6.115.

Penelitian ini didanai oleh Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Indonesia (Hibah Kerjasama Luar Negeri dan Publikasi Internasional), Universiti Teknologi Malaysia (Tier-1 Research University) dan Kementrian Pendidikan Tinggi Malaysia (Fundamental Research).

Baca lebih lanjut silahkan klik LINK  dan video-nya dapat dilihat di LINK

Di bulan September 2012, sekitar 200 ilmuwan Indonesia yang tertarik kepada bidang biomaterial telah berkumpul dalam simposium nasional pertama tentang biomaterial di IPB. Sebuah bidang baru di Indonesia yang bersifat multidisiplin dan sedang menarik minat banyak peneliti. Setahun kemudian, Masyarakat Biomaterials Indonesia (Indonesian Biomaterials Society), asosiasi profesional yang bertujuan mengembangkan ilmu dan teknologi biomaterial dan alat kesehatan, secara resmi didirikan. Salah satu dari keinginan kuat asosiasi yang baru lahir ini adalah untuk menulis sebuah buku sebagai sarana memperkenalkan dan menyebarluaskan hasil penelitian ilmuwan biomaterial Indonesia kepada dunia. Setelah menghadapi banyak tantangan selama proses publikasi, akhirnya terbitlah buku berjudul:“Biomaterials and Medical Devices: A Perspective from An Emerging Country”, dengan penerbit buku kelas dunia: Springer International.

Buku ini tersusun dari 10 bab yang membahas ilmu biomaterial dan alat kesehatan dengan perkembangan terkini dari Indonesia, termasuk arahan dan kebijakan pemerintah. Secara khusus, buku ini mengetengahkan keperluan khas dari pelayanan kesehatan di Indonesia, melimpahnya potensi sumber alam untuk biomaterial, serta peluang dan tantangan pengembangan alat kesehatan di Indonesia. Dengan 255 juta penduduknya, 900 miliar dolar GDP dengan 5% pertumbuhan tahunan, dan angka harapan hidup 72 tahun, Indonesia merupakan negara berkembang (emerging country) dengan potensi ekonomi yang dahsyat. Pemerintah telah meluncurkan program pelayanan kesehatan menyeluruh, yang dalam satu sisi merangsang pengembangan biomaterial, dengan target kemandirian nasional dalam memproduksi alat kesehatan. Sebagai gambaran, tingkat kecelakaan lalulintas yang tinggi dan seringnya terjadi bencana gempa ternyata bermuara juga pada tingginya kasus patah tulang yang memerlukan tindakan operasi dan ketersediaan implan ortopedi dengan jumlah memadai dan harga terjangkau.

Buku ini adalah buah dari kerjasama erat sejumlah ahli biomaterial Indonesia (engineer, scientist, orthopaedic surgeon, dentist, veterinarian, etc.) dari berbagai universitas, rumah sakit dan badan pemerintah. Buku ini dapat menjadi rujukan bagi para peneliti untuk mengarahkan penelitiannya, bagi industri untuk mengembangkan dan memasarkan produknya, dan bagi pemerintah untuk mengarahkan kebijakan barunya.Pembaca akan merasakan semangat kebangsaan yang kuat dari para penulis untuk mewujudkan kemandirian nasional dalam memproduksi alat kesehatan yang inovatif, efektif dan terjangkau. Perspektif dan pelajaran dari Indonesia dapat kemudian diterapkan untuk pengembangan biomaterial dan alat kesehatan di negara berkembang lainnya yang menghadapi tantangan yang serupa.

Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak lagi ilmuwan Indonesia untuk berani mempersembahkan karya-karya terbaik mereka di tingkat internasional, menjadi jago tandang bukan lagi jago kandang.

Sumber : Springer International Publishing
Sumber Gambar : http://www.springer.com/us/book/9783319148441

Ditulis oleh: Dr. Hendra Hermawan, assistant professor at Laval University, Canada, and member of MBI LINK

1_Selebaran

Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU): Bidang Ilmu Kedokteran Hewan

Pendahuluan: Beasiswa program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) merupakan salah satu Program Beasiswa dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah lulusan strata doktoral di Indonesia untuk peningkatan dan percepatan kualitas pendidikan nasional. Beasiswa diperuntukkan bagi lulusan sarjana dengan kualitas dan kompetensi terbaik dibidang-nya yang berorientasi manjadi calon dosen Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. Kandidat terdaftar dalam major Sekolah Pascasarjana (SPs) Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam strata Magister (S2) dan dalam perjalanannya akan diakselerasi menjadi Doktoral (S3) dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dalam panduan program.

Persyaratan: Program PMDSU dibuka untuk kandidat yang telah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana (S1) berbasis kedokteran hewan maupun calon Dokter Hewan (Drh) dengan kualifikasi dan motivasi tinggi dari seluruh Indonesia. Kandidat harus minimal sudah memperoleh gelar Sarjana Kedokteran Hewan (SKH) atau dokter hewan (Drh) dan ingin melanjutkan ke jenjang pascasarjana di Institut Pertanian Bogor bidang Ilmu Kedokteran Hewan. Indeks prestasi kumulatif (IPK) jenjang sarjana kedokteran hewan (SKH) minimal 3,25.

Beasiswa: Beasiswa yang diterima kandidat merupakan bagian dari beasiswa BPPDN dari Kemenristekdikti tahun 2015/2016. Besaran biaya hidup dan tunjangan yang diterima mahasiswa kurang lebih sama dengan BPPDN dan biaya riset didanai melalui skema Hibah Penelitian PMDSU melalui promotor masing-masing.

Pendaftaran: Pendaftaran program PMDSU dibuka sejak awal 2015 dan program akan dimulai pada tahun ajaran 2015/2016. Pendaftaran dilakukan langsung secara online ke Kemenristekdikti melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id/dn. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi http://fkh.ipb.ac.id atau langsung menghubungi promotor.

(more…)

The 1st International Conference on Science, Technology, and Interdisciplinary Research (IC-STAR – 2015), [Scopus & SCI Thomson IF Journal affiliated]

September 21-23, 2015, Bandar Lampung, Indonesia

http://ic-star.unila.ac.id

****************************

>>> Call for Paper <<<

The conference will highlight recent and significant advances in research and development in science, technology, and interdisciplinary works. It will cover all aspects of science and technology especially in the area of sustainable development. Promoting advances of science and technology in support to green and sustainable development will be the aim of the conference.

IC-Star 2015 divided into several sections related but not limited to the following scientific tracks:

Section 1, Engineering and Technology: Electrical and Telecommunication Engineering; Mechanical and Industrial; Geophysics; Aeronautics; Mining and Materials; Chemical and Environmental; Civil and Architecture; Computer & Information Technology.

Section 2, Life and Applied Science: Mathematics; Physics and Biophysics; Nano- and Quantum Sciences; Biosciences and Bioinformatics; Basic and Applied Chemistry; Astronautics and Astronomy.

Section 3, Medical Science and Biomedical Engineering: Medical and Health; Dentistry; Pharmacy and Nutrition; Public Health and OSHA; Biomedical Engineering; Sport Sciences.

Section 4, Agriculture Engineering and Food Science: Agriculture; Food Science and Technology; Animal Science and Veterinary; Marine & Fisheries; Forestry and Ecology; Soil and Land Resources.

All topics are open to academic, research and industry contribution, including policy development, technical report, and research in progress. (more…)

Call for Paper B3-ME 2015 INSTEP Symposia

Venue: 4-6 February 2015 at Nusa Dua Bali

>>> Download Announcement >>>

International Symposium on Biomaterials, Biomechanics and Bio-Medical Engineering 2015 (B3-ME 2015) is a joint symposium between INSTEP network (International Network on Science, Technology, and Education Programme) and MIMEC 2015 (The 2nd International Materials, Industrial, and Manufacturing Engineering Conference). This symposium aims to share and discuss the state-of-the-art, current status and future challenges on all aspects related to the research and development in the field of Biomaterials, Biomechanics and Bio-Medical Engineering. Furthermore, the event will provide an international forum for scientific discovery, professional networking, research collaboration, interdisciplinary education, and dissemination of our most recent scientific advances to the academia and industrialist.

The organizer are welcoming Keynotes, Invited, and Oral presenter papers from leading-edge academia, research organization and industrialist in related areas to present their current findings and future prospective for diverse technology and applications of Biomaterials, Biomechanics, and Bio-Medical Engineering.

We welcome you to B3-ME Symposium 2015! (more…)

« Previous PageNext Page »